KHITAN TANPA JARUM SUNTIK TANPA JAHITAN


Oleh : PPNI SUMUT
Dipublikasikan pada : 22, Feb 2021
Kategori : berita

Medan, 21- Februari-2021.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan serta update ilmu, DPW PPNI Prov. Sumatera Utara melaksanakan Workshop sekaligus Bakti Sosial Khitan bekerjasama dengan Super Ring sebagai Inovator produsen klem Sirkumsisi buatan Indonesia.

Acara Workshop dibuka langsung Ketua DPW PPNI Prov. Sumatera Utara Mahsur Al Hazkiyani, S.Kep, Ns didampingi Ketua Relawan PPNI Sumatera Utara yang merupakan Ketua Panitia Penyelenggara beserta para pengurus DPW dan para relawan yang berkenan jadi panitia. 

Trainer kegiatan langsung didatangkan dari Super Ring, Ns. Bambang Edy Kusnanto, S.Kep dari Kabupaten Pati, Prov. Jawa Tengah. 
Peserta whorksop terdiri dari 21 orang dari berbagai Kabupaten / Kota. Serta khitan langsung gratis kepada 21 anak dari Panti Asuhan Al Marhamah Medan dan Yayasan Rumah Peduli Yatim & Dhuafa Al Mustofa Sei Glugur Medan.  

Kegiatan ini dibatasi, mengingat masih dalam Pandemi Covid-19. Mengedepankan Protokol kesehatan, selama kegiatan sampai selesai kegiatan berlangsung. 

Para peserta sangat antusias mengikuti teori dan sejarah terciptanya produk Super Ring. Serta perkembangan dan inovasi sejak awal produksi sampai saat ini memasuki tahap ke 5 dalam penyempurnaan Super Ring.

Semua anak yang di-khitan merasa senang selama khitan, tidak ada yang takut atau pun menangis. Karena sudah di jelaskan bahwa Khitan kali ini tidak pakai jarum suntik dan tidak perlu dijahit. Selesai di-khitan mereka diberikan edukasi untuk merawat luka sendiri di rumah. 

Ketua DPW PPNI Prov. Sumatera Utara yang langsung memantau kegiatan Workshop menyampaikan bahwa teknik khitan menggunakan Super Ring ini lebih simple dan lebih mudah pelaksanaannya dibandingkan menggunakan jenis klem sirkumsisi produk lain. Serta alat anasthesi yang digunakan lebih efisien dan efektif namun harga alatnya saat ini masih tergolong mahal dibanding produk sejenis. 

Moga kegiatan whorksop khitan modern ini akan dilanjutkan lagi, karena masih banyak peminat yang belum bisa mengikuti pada hari ini, serta pembatasan jumlah peserta menyesuaikan kondisi penerapan protokol kesehatan.